>Cerita 15

Posted on September 28, 2008

0


>Kamil ada perangai yang pelik. Dia suka ke pasaraya besar-besar, Tesco misalnya, dan mencuri shopping orang lain. Jangan salah faham, bukan shopping yang sudah berbayar, tapi yang sudah dipilih rapi – yang bertimbun dengan khasiat untuk seisi keluarga, itu yang Kamil selalu curi.

Kamil curi, dan Kamil bayar dan Kamil bawa balik.

Kemudian Kamil akan makan, kalau itu makanan (misalnya ikan Salmon), Kamil akan pakai kalau ia barangan untuk dipakai (misalnya deodoran atau bra), Kamil akan guna kalau ia untuk digunakan (misalnya penyembur nyamuk atau ketip kuku).

Tidak, kamil bukan seorang yang ada fetish. Tiada rasa ghairah, misalnya ketika dia gunakan gosok gigi yang Makcik Leha belikan untuk keluarganya. Tiada rasa teruja menjalar menegak bulu romanya bila Kamil gigit epal yang Suzana beli untuk rutin dietnya.

Kamil sebenarnya anggap dirinya seorang antropologis.

Ya, dia tak catat apa-apa penemuannya. Tak buat rekod, tentang apa yang dia temui. Tak mencartakan apa yang dia lihat.

Tapi masih, Kamil masih anggap dirinya menyumbang dalam korpus pengetahuan manusia tentang manusia. BUkan secara literal, ya. Tapi secara metafizikal. Secara spiritual.

Jadi satu hari, dalam siri shoppingnya, Kamil terjumpa satu beg plastik, yang dilabel daging dari India, cuma bila Kamil membukanya, jelas sekali, yang bungkusan itu berisi keratan daging seorang manusia.

Lebih tepat lagi keratan daging seorang bayi.

Posted in: Uncategorized