>Hari ini panjang, kan sayang?

Posted on Januari 11, 2010

3


>Hari ini panjang dia mengeluh. Oh, oh, panjang sangat. Angin kuat di luar tapi di dalam udara tak bergerak langsung. Ada tuduhan di situ, dilemparkan, tapi aku tak sambut, lalu ia jatuh seperti epal ranum maharani, dan berkecai seperti cermin di atas lantai. Bacakan satu sajak, dia kata padaku, matanya berkelip-kelip. Aku capai buku puisi dan aku tulis pada udara depan dia:

Sebelum kau makan apel ranum itu
sebaiknya kaubaca dulu makna desis ular
yang melilit tubuhmu. Hitung juga jumlah sisik yang kilaunya
membutakan mata. Nanti Malaikat akan bertanya berapa yang
berwarna jingga
berapa yang berwarna senja
(Triytanto Triwikromo)

Dia mengeluh, dan dia kata, hari ni panjang, kan? Tanda soalannya dirabut angin, dibungkus awan, dan dibawa lari ke matahari.

Posted in: Uncategorized